Sabtu, 24 Desember 2016

Tingkatan Pengetahuan Ilmiah




          Untuk mengetahui lingkup kajian Pancasila serta kompetensi pengetahuan dalam membahas pancasila secara ilmiah, maka perlu diketahui tingkatan pengetahuan ilmiah sebagaimana halnya pada pengkajian pengetahuan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Tingkatan pengetahuan ilmiah dalam masalah ini bukan berarti tingkatan dalam hal kebenarannya namun lebih menekankan pada karakteristik pengetahuan masing-masing. Tingkatan pengetahuan ilmiah tersebut, sangat ditentukan oleh macam pertanyaan sebagai berikut.
1.     Pengetahuan Deskriptif (Bagaimana)
Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah bagaimana, maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskriptif. Pengetahuan macam ini adalah suatu jenis pengetahuan yang memberikan suatu keterangan. Kajian pancasila secara deskriptif ini antara lain berkaitan dengan kajian sejarah perumusan pancasila, nilai-nilai pancasila serta kajian tentang kedudukan dan fungsi pancasila.
2.     Pengetahuan Kasual (Mengapa)
Dalam suatu ilmu pengetahuan upaya untuk memberikan suatu jawaban dari pertanyaan imiah mengapa, makan akan diperoleh suatu jenis pengetahuan kausal yaitu suatu pengetahuan yang memberikan jawaban tentang sebab dan akibat. Dalam kaitannya dengan kajian tentang pancasila maka tingkatanpengetahuan sebab-akibat berkaitan dengan kajian proses kausalitas terjadinya pancasila.
3.     Pengetahuan Normatif (Kemana)
Tingkatan pengetahuan normatif adalah sebagai hasil dari pertanyaan ilmiah ‘kemana’. Pengetahuan normatif senantiasa berkaitan dengan suatu ukuran, parameter, serta norma-norma. Dengan kajian normatif ini maka dapat membedakan secara normatif realisasi atau pengalaman Pancasila yang seharusnya dilakukan atau dari pancasila dan realisasi pancasila dalam kenyataan faktualnya atau dari pancasila yang senantiasa berkaitan dengan ninamika kehidupan serta perkembangan zaman.
4.     Pengetahuan Essensial (Apa)
Dalam ilmu pengetahuan upaya untuk memberikan suatu jawaban atas pertanyaan ilmiah apa. Maka akan diperoleh suatau pengetahuan yang ‘esesial’. Pengetahuan essesial adalah tingkatan pengetahuan untuk menjawab suatu pertanyaan yang terdalam yaitu suatu pertanyaan tentang hakikat segala sesuatu dan hal ini dikaji dalam bidang ilmu filsafat. Oleh karena itu kajian Pancasila secara essensial pada hakikatnya untuk mendapatkan suatu pengetahuan tentang inti sari atau makna yang terdalam dari sila-sila Pancasila, atau secara ilmiah filosofis untuk mengkaji hakikat sila-sila pancasila.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar