Untuk mengetahui lingkup kajian
Pancasila serta kompetensi pengetahuan dalam membahas pancasila secara ilmiah,
maka perlu diketahui tingkatan pengetahuan ilmiah sebagaimana halnya pada
pengkajian pengetahuan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Tingkatan pengetahuan
ilmiah dalam masalah ini bukan berarti tingkatan dalam hal kebenarannya namun
lebih menekankan pada karakteristik pengetahuan masing-masing. Tingkatan
pengetahuan ilmiah tersebut, sangat ditentukan oleh macam pertanyaan sebagai
berikut.
1. Pengetahuan Deskriptif
(Bagaimana)
Dengan menjawab suatu
pertanyaan ilmiah bagaimana, maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang
bersifat deskriptif. Pengetahuan macam ini adalah suatu jenis pengetahuan yang
memberikan suatu keterangan. Kajian pancasila secara deskriptif ini antara lain
berkaitan dengan kajian sejarah perumusan pancasila, nilai-nilai pancasila
serta kajian tentang kedudukan dan fungsi pancasila.
2.
Pengetahuan
Kasual (Mengapa)
Dalam suatu ilmu pengetahuan
upaya untuk memberikan suatu jawaban dari pertanyaan imiah mengapa, makan akan
diperoleh suatu jenis pengetahuan kausal yaitu suatu pengetahuan yang
memberikan jawaban tentang sebab dan akibat. Dalam kaitannya dengan kajian
tentang pancasila maka tingkatanpengetahuan sebab-akibat berkaitan dengan kajian
proses kausalitas terjadinya pancasila.
3.
Pengetahuan
Normatif (Kemana)
Tingkatan pengetahuan normatif
adalah sebagai hasil dari pertanyaan ilmiah ‘kemana’. Pengetahuan normatif
senantiasa berkaitan dengan suatu ukuran, parameter, serta norma-norma. Dengan
kajian normatif ini maka dapat membedakan secara normatif realisasi atau
pengalaman Pancasila yang seharusnya dilakukan atau dari pancasila dan
realisasi pancasila dalam kenyataan faktualnya atau dari pancasila yang
senantiasa berkaitan dengan ninamika kehidupan serta perkembangan zaman.
4.
Pengetahuan
Essensial (Apa)
Dalam ilmu pengetahuan upaya
untuk memberikan suatu jawaban atas pertanyaan ilmiah apa. Maka akan diperoleh
suatau pengetahuan yang ‘esesial’. Pengetahuan essesial adalah tingkatan
pengetahuan untuk menjawab suatu pertanyaan yang terdalam yaitu suatu
pertanyaan tentang hakikat segala sesuatu dan hal ini dikaji dalam bidang ilmu
filsafat. Oleh karena itu kajian Pancasila secara essensial pada hakikatnya
untuk mendapatkan suatu pengetahuan tentang inti sari atau makna yang terdalam
dari sila-sila Pancasila, atau secara ilmiah filosofis untuk mengkaji hakikat
sila-sila pancasila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar