Zaman Hellenisme adalah zaman
keemasan kebudayan Yunani. Tokoh yang berjasa dalam pengembangan kebudayaan
Yunani adalah Iskandar Agung (356-323) dari Macedonia, salah seorang murid
Aristoles. Akibat ekspansi besar-besaran yang dilakukannya, kebadayaan yunani
dengan cepat tersebar memasuki wilayah Persia, Irak, Mesir, Surya Yudea, India,
dan Asia Tengah.
Pada masa Hellenisme ini terdapat 3
aliran filsafat yang menonjol, yaitu; 1. Filsafat stoisime, 2. Filsafat
epikurisme, 3. Filsafat neoplatonisme. Disamping ketiga aliran ini, adalagi
skeptisme yang dipelopori oleh seorang filosof Pyrrho (365-275) dan Elektisisme
oleh Cicero (106-43 SM). Kedua aliran ini merupakan gerakan berpikir, sehingga
tidak dibahas lebih lanjut.
§ Stoisisme
Stoisime dirintis oleh Zeno
(336-264 SM). Pada dasarnya, stoisme sendiri tidak lahir tepat pada zaman
hellenisme. Stoisisme berasal dari kata stoa (gang-gang), memiliki tiga
tahapan. Pertama, stoa ini berkembang pada zaman yunani kuno dengan tokoh
bernama Anthisthenes. Perkembangan kedua muncul pada masa hellenisme, dalam
perkembangan berikutnya ajaran stoa ini bangkit kembali pada masa Romawi dengan
tokoh seperti Sineca dan Markus. Inti utaa ajaran stoa adalah Etika. Menurut
ajaran ini manusia adalah sebagian dari alam, sehinggga ia wajib hidup selaras
dengan alam.
§ Epikurisme
Adalah suatu ajaran yang dirintis
oleh seorang filosof yang bernama Epikuros, beliau hidup ditahun 341 smpai 270
SM. Seperti halnya stosisme, ajaran epikurisme ditandai dengan banyak konsep
dar pemikiran tentang etika, pandangan tentang etika inilah yang membuat
epikurisme menjadi lebih menonjol pada zamannya. Filsafat epikurisme bertujuan
mencapai kenikmatan hdiup manusia melalui hidup yang beretika. Kenikmatan hidup
itu baru tercapai ketika ada ketenangan batin, pada masa itu ketenangan batin
sulit sekali diperoleh manusia karena kehidupan manusia waktu itu diaancam oleh
rasa takut kepada para dewa, yang sangat empirik tidak masuk akal. Untuk itu
lahirlah ajaran epikurisme yang memberi solusi kepada manusia dalam mengatasi
rasa takut itu. Manusia harus memiliki keikmatan hidup, bukan sebaliknya,
kenikmatan yang dimiliki manusia, oleh sebab itu untuk mencapai maksud tersebut
manusia harus membatasi keinginan hidupnya.
§ Neoplatonisme
Sebagai aliran terakhir yang muncul pada
masa puncak keemasan Yunani, Kuno, yakni setelah Platonus wafat, aliran
neoplatonisme sempat dikembangkan oleh murid Platonus bernama Porphyrios, yang
berhasil menuliskan kembali pemikiran gurunya itu dan perkembangan selanjutnya,
ternyata tulisan-tulisan Porphyrios ini angat bertolak belakang dengan ajaran
agama Kristen, oleh karena itu Caesar Justinianus I (483-565) dari Byzantium
menyatakan bahwa ajaran in dianggap ajaran kaum kafir, karena konsep ajarannya
bertolak dari pemikiran ‘Kesatuan’, yakni segala sesuatunya berasal dari yang
satu, sehingga pada tahun 5129, Caesar pertama kali menyatakan bahwa ajaran ini
dilarang dan semua sekolah yang mengajarkan lalu ditutup. Inti dari ajaran
neoplatonisme berpangkal pada konsep kesatuan, artinya segala sesuatu
“berasaldari yang satu dan akan kembali kepada yang satu pula” . adapun yang
dengan yang satu tersebut tidak lain adalah “Allah” yang diistilahkannya
sebagai to Hen.
penjelasan singkat tapi menyeluruh baik untuk pengetahuan umum
BalasHapus