Kamis, 22 Desember 2016

aliran filsafat progresivisme



Filsafat Progresivisme
   A.    Konsep Aliran Progresivisme
Progresivisme adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan disekolah berpusat pada anak (child-centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang berpusat pada guru (teacher-centered) atau bahan pelajaran (subjeck-centered).Progresivisme lahir sebagai pembaharuan dalam dunia pendidikan.Progresif (berkembang maju) adalah sifat alami kodrat, dan itu berarti perubahan, dan perubahan berarti sesuatu yang baru. Progresivisme menganggap pendidikan mampu merubah dalam arti membina kebudayaan yang baru dapat menyelamatkan manusia bagi hari depan yang makin komplek dan menantang.
Aliran progresivisme merupakan suatu aliran filsafat pendidikan yang berpengaruh dalam abad ke-XX.Pengaruh itu terasa diseluruh dunia, terlebih-lebih di Amerika serikat.Usaha pembaharuan di dalam lapangan pendidikan pada umumnya terdorong oleh aliran progresivisme ini.Progresivisme menghendaki pendidikan yang pada hakikatnya progresif.Kata-kata progresif mengacu pada pengertian ke arah kemajuan, atau perbaikan dari keadaan sekarang. Tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus-menerus agar peserta didik dapat berbuat sesuatu yang inteligen dan mampu mengadakan penyesuaian dan penyesuaian kembali sesuai dengan tuntutan dari lingkungan .
Aliran progresivisme berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang.Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekankan atau mengancam adanya manusia sendiri.Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal, tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis.
Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpulkan dalam kebudayaan.Belajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks.Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Progresivisme merupakan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar “naturalistik”, hasil belajar “dunia nyata” dan juga pengalaman teman sebaya.


  Tokoh Aliran Progresivisme

Description: John Dewey
John Dewey
 
John Dewey adalah salah satu tokoh progresivisme, seorang profesor di universitas Chicago dan Columbia (Amerika).Teori Dewey tentang sekolah adalah “progressivism” yang lebih menekankan pada anak didik dan minatnya dari pada mata pelajarannya sendiri. Maka munculah “child centered curriculum” dan “child centered school”. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas. Menurut Dewey pendidikan adalah proses dari kehidupan dan bukan persiapan masa yang akan datang.
John Dewey memandang bahwa pendidikan sebagai proses dan sosialisai. Maksudnya sebagai proses pertumbuhan anak didik dapat mengambil kejadian-kejadian dari pengalaman di lingkungan sekitar. Maka dari itu, dinding pemisah antara sekolah dan masyarakat perlu dihapuskan, sebab belajar yang baik tidak cukup di sekolah saja.Dengan demikian, sekolah yang ideal adalah sekolah yang isi pendidikannya berintegrasi dengan lingkungan sekitar.Karena sekolah adalah bagian dari masyarakat.
Dewey menyatakan bahwa sekolah yang baik ialah yang memperhatikan dengan sungguh-sungguh semua jenis belajar yang membantu murid untuk berkembang.Kurikulum yang baik ialah seperti fungsi laboratorium, yaitu sebagai rentetan muridnya, yang dalam beberapa aspek melakukan fungsi ilmuan.Progresivisme menghendaki bentuk yang bervariasi dan isi kurikulum yang kaya, yaitu yang mendorong perkembangan dan kemampuan praktis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar