Selasa, 13 Desember 2016

. Teori-Teori tentang Hakikat Pekembangan Peserta Didik



1.   Teori  Psikodinamika
      Teori psikodinamika adalah teori psikolog yang berupaya menjelaskan hakikat dan perkembangan tingkah laku(kepribadian manusia). Teori ini depelopori oleh Sigmund Freund (1856-1939). Menurut teori ini tingkah laku manusia merupakan hasil tenaga yang beroperasi didalam pikiran, yang sering tanpa disadari oleh individu. Berdasarkan ide-ide pokok tentang tingkah laku manusia tersebut, freund kemudian membedakan kepribadian manusia atas tiga unit mental atau sruktur psikis berikut. “Id, Ego, Superego”.
2.   Teori  Behavioristik
      Adalah sebuah aliran dalam pembahasan tingkah laku manusia yang dikembangkan oleh John B. Watson (1878-1990), teori ini meyakini bahwa tingkah laku manusia merupakan hasil dari pembawaan genetis dan pengaruh lingkungan atau situasional. Menurut teoritikus behavioristik, manusia sepenuhnya adalah manusiayang reaktif, yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar.
3.    Teori  Humanistik
      Teori humanistik muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai reaksi terhadap teori psikodinamika dan behavioristik. Aliran humanistik berhubungan erat dengan aliran filosofis eropa yang disebut “eksitensialisme”. Para teoritikus humanistik mempertahankan bahwa manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk melakukan self-actualization untuk berjuang menjadi apa yang mereka mampu.
4.    Teori  Psikologi Transpersonal  
      Psikologi transpersonal merupakan pengembangan psikologi humanistik. Aliran psikologi ini disebut aliran keempat psikologi.
5.   Teori Navitisme (teori yang Berorientasi pada Biologi)
      Tokoh utama aliran nativisme adalah Arthur Schopenhaur dari jerman (1788-1860). Tokoh ini berpendapat betapa pentingnya inti privasi atau jatidiri manusia. Teori nativisme mengemukakan bahwa anak yang lahir telah dilengkapi pembawaan bakat alami,dan pembawaan inilah yang akan menentukan wujud kepribadian seorang anak.
6.   Teori Empirisme
                  Tokoh perintis aliran empirisme adalah seorang filosof Inggris Bernama John Locke (1704-1932) yang mengembangkan teori tabula yakni anak lahir didunia bagaikan kertas putih yang bersih. Yang demikian dipahami bahwa aliran empirisme ini, seorang pendidik memegang peranan penting terhadap keberhasilan belajar peserta didiknya.
7.   Teori Konvergensi

Perintis aliran konvergensi adalah William Stern (1871-1939), seorang ahli pendidikan bangsa jermanyang berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan didunia disertai pembawaan baikmaupun pembawaan buruk. Ketika aliran-aliran pendidikan, yakni nativisme, empirisme dan konvergensi, dikaitkan dengan teori belajar mengajar dikaitkan dengan teori belajar mengajar keliatan bahwa kedua aliran yang telah disebutkan(nativisme-empirisme) memiliki kelemahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar