Senin, 19 Desember 2016

Landasan Antopologis Pancasila




        Filsafat antropologis Pancasila memandang manusia sebagai monopluralis. Menurut Notonagoro (1975) manusia sebagai monopluralis memiliki dimensi-dimensinya dijabarkan sebagai berikut.
        Susunan kodrat, manusia terdiri atas jiwa yang terbagi menjadi beberapa unsur seperti akal, rasa, dan karsa, raga terdiri atas unsur benda mati, unsur hewan, dan unsur tumbuhan. Sifat kodrat  manusia mencangkup sifat manusia mencakup keududukan manusia sebagai makhluk berdiri sendiri dan makhluk Tuhan.
        Dari susunan kodrat, sifat kodrat dan kedudukan kodrat manusia tersebut, manusia dapat memelihara hubungannya dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, dan dengan alam sekitarnya secara serasi, selaras, dan seimbang. Aktualisasi nilai filsafat antropologis pancasila dalam pembangunan diformulasikan dalam konsep pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar