Filsafat antropologis Pancasila
memandang manusia sebagai monopluralis. Menurut Notonagoro (1975) manusia
sebagai monopluralis memiliki dimensi-dimensinya dijabarkan sebagai berikut.
Susunan kodrat, manusia terdiri atas jiwa
yang terbagi menjadi beberapa unsur seperti akal, rasa, dan karsa, raga terdiri
atas unsur benda mati, unsur hewan, dan unsur tumbuhan. Sifat kodrat manusia mencangkup sifat manusia mencakup
keududukan manusia sebagai makhluk berdiri sendiri dan makhluk Tuhan.
Dari susunan kodrat, sifat kodrat dan
kedudukan kodrat manusia tersebut, manusia dapat memelihara hubungannya dengan
Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, dan dengan alam sekitarnya
secara serasi, selaras, dan seimbang. Aktualisasi nilai filsafat antropologis
pancasila dalam pembangunan diformulasikan dalam konsep pembangunan manusia
Indonesia seutuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar