Selasa, 13 Desember 2016

Asal dan Peranan Filsafat


Artikel selanjutnya ini saya akan membahas asal filsafat dan pernanan filsafat. Yang pertama membahas tentang asal filsafat.ada tiga hal yang mendorong manusia untuk “berfilsafat”, yaitu sebagai berikut.
a.       Keheranan
Banyak filsuf menunjukan rasa heran sebagai asal filsafat. Plato misalnya mengatakan : “Maka kita memberi pengamatan bintang-bintang, matahari, dan langit. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. Dari penyelidikan ini berasal dari filsafat.
b.      Kesangsian
Filsuf-filsuf lain, seperti Agustinus (254-430 M)  dan Rene Descrates (1596-1650 M) menunjukan kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Manusia heran, tetapi kemudian ia ragu-ragu. Apakah ia tidak ditipu oleh pancaindranya kalau ia heran? Apakah ia tidak ditipu oleh pancaindranya kalau ia heran? Karena dunia ia penuh dengan berbagai pendapat, keyakinan, dan interpretasi.
c.       Kesadaran Akan Keterbatasan
Manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari dirinya sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam sekelilingnya. Manusia merasa bahwa ia sangat terbatas dan terikat terutama pada waktu mengalami penderitaan atau kegagalan.
Yang kedua akan membahas peranan filsafat, peranan filsafat menyimak sebab-sebab kelahiran filsafat telah memerankan sedikitnya tiga peranan utama dalam sejarah pemikiran manusia. Ketiga peranan yang telah diperankannya ialah sebagai berikut.
a.       Pendobrak
Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. Oleh sebab itu, orang-orang yunani dikatakan memiliki “suatu rasionalitas yang luar biasa”, juga pernah percaya kepada dewa-dewi yang duduk dimeja perjamuan di Olympus sambil mengguncangkan kayangan dengan sorakan dan gelak tawa tidak henti-hentinya. Kehadiran fisafat telah mendombrak pintu dan tradisi yang begitu sakral dan selama itu tidak boleh diganggu-gugat.
b.      Pembebas
Filsafat bukan hanya mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh dengan berbagai mitos dan mite itu, melainkan juga merenggut manusia keluar dari dalam penjara itu. Filsafat membebaskan manusia dari ketidakkethuan dan kebodohannya. Demikian pula filsafata membebaskan manusia dari belenggu cara berfikir yang mistis dan mitis. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih.
c.       Pembimbing
Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang mistis dan mitis dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia berpikir secara sistematis dan logis. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang utuh dan begitu fragmentaris dengan membimbing manusia untuk berpikir secara integral dan koheren.

Semoga artikel dapat menambah pengetahuan kita tentang kefilsafatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar