Pendekatan Pembelajaran merupakan titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang
terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi,
menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu
atau landasan sikap dan persepsi guru tentang bagaimana kegiatan pembelajaran
akan dilaksanakan.Sudut pandang sikap
dan persepsi guru ini akan menjadi dasar bagi tindakan guru dalam melaksanakan
aktifitas proses pembelajaran.
Sebuah pendekatan kurikulum dengan
basis yang luas, yang memberikan waktu lebih banyak bagi peserta didik untuk
diskusi, drama, berbagai macam kegiatan seni, dan musik serta gerakan. Kegiatan
semacam itu memberikan sarana untuk untuk memenuhi kebutuhan sosial, emosional,
intelektual, fisik, dan perkembangan kreatif, yang akan meningkatkan rasa
percaya diri dan pendekatan-pendekatan yang lebih termotivasi pada pembelajaran
lainnya.
Pendekatan pembelajaran baiknya menggunakan pendekatan yang bersifat
CBSA dan PAIKEM. Pendekatan CBSA dapat diartikan sebagai anutan pembelajaran
yang mengarah kepada pengoptimalisasian pelibatan intelektual-emosional peserta
didik dalam proses pembelajaran, dengan pelibatan fisik peserta didik apabila
diperlukan. Pelibatan intelektual-emosional/fisik peserta didik serta
optimalisasi dalam pembelajaran, diarahkan untuk membelajarkan peserta didik
bagaimana belajar memperoleh dam memproses perolehan belajarnya tentang pengetahuan,
keterampilan, sikap, dan nilai. Sedangkan pendekatanPAIKEM secara garis besar
memiliki gambaran sebagai berikut:
1.Peserta didik
terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan
mereka dengan penekanan pada learning by doing.
2.Guru
menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk
menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran
menarik , menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik.
3.Guru mengatur
kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan
menyediakan ‘pojok baca’.
4.Guru menerapkan
cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar
kelompok.
5.Guru mendorong
peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah,
untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan peserta didik dalam menciptakan
lingkungan sekolahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar