Selasa, 13 Desember 2016

Pengertian pendekatan pembelajaran



Pendekatan Pembelajaran merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu atau landasan sikap dan persepsi guru tentang bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan.Sudut pandang sikap dan persepsi guru ini akan menjadi dasar bagi tindakan guru dalam melaksanakan aktifitas proses pembelajaran.
Sebuah pendekatan kurikulum dengan basis yang luas, yang memberikan waktu lebih banyak bagi peserta didik untuk diskusi, drama, berbagai macam kegiatan seni, dan musik serta gerakan. Kegiatan semacam itu memberikan sarana untuk untuk memenuhi kebutuhan sosial, emosional, intelektual, fisik, dan perkembangan kreatif, yang akan meningkatkan rasa percaya diri dan pendekatan-pendekatan yang lebih termotivasi pada pembelajaran lainnya.
Pendekatan pembelajaran  baiknya menggunakan pendekatan yang bersifat CBSA dan PAIKEM. Pendekatan CBSA dapat diartikan sebagai anutan pembelajaran yang mengarah kepada pengoptimalisasian pelibatan intelektual-emosional peserta didik dalam proses pembelajaran, dengan pelibatan fisik peserta didik apabila diperlukan. Pelibatan intelektual-emosional/fisik peserta didik serta optimalisasi dalam pembelajaran, diarahkan untuk membelajarkan peserta didik bagaimana belajar memperoleh dam memproses perolehan belajarnya tentang pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai. Sedangkan pendekatanPAIKEM secara garis besar memiliki gambaran sebagai berikut:
1.Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada learning by doing.
2.Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik , menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik.
3.Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’.
4.Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5.Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar