K.
Bertens (2004: 15-22 ) mengungkapkan bahwa kajian etika dapat dibagi menjadi
tiga bagian, sebagai berikut:
1.
Etika Deskriptif
Etika
ini melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan,
anggapan-anggapan tentang baik dan buruk, serta tindakan –tindakan yang
diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Etika deskriptif mempelajari moralitas
yang terdapat pada individu-individu tertentu, dalam kebudayaan-kebudayaan atau
subkultur-subkultur yang tertentu, dalam suatu periode sejarah dan sebaginya.
Etika deskriptif hanya melukiskan, jadi tidak memberi penilaian. Sekarang ini
etia deskriptif dijalankan oleh ilmu-ilmu sosial, antropologi budaya,
psikologi, sosiologi, sejarah dan sebagainya. Studi-studi termansyur tentang
perkembangan kesadaran moral dalam hidup seseorang manusia oleh psikolog Swiss,
Jean Piaget (1896-1980). Perbedaan pokok antara filsafat dan ilmu-ilmu lain
adalah bahwa ilmu-ilmu lain itu termmasuk juga ilmu-ilmu sosial bersifat
empiris, artinya membatasi diri pada pengalaman inderawi, sedangkan filsafat
melampaui tahap empiris.
2. Etika
Normatif
Etika
normatif merupakan bagian terpenting dari etika dan bidang dimana berlangsung
diskusi-diskusi yang paling menarik tentang masalah-masalah moral. Disini para
ahli tidak bertindak sebagai penonton netral seperti halnya dalam etika
deskriptif, melainkan melibatkan diri dengan memberikan penilaian perilaku
manusia. Adapun penilaian ini dibentuk atas dasar norma-norma.
Etika
deskriptif hanya melukiskan norma-norma dan tidak memeriksa apakan norma-norma
tersebut benar atau tidak. Adapun etika normatif meninggalkan setiap netral itu dengan mendasarkan
pendiriannya atas norma dan berani bertanya apakah norma-norma itu benar atau
tidak.hal yang sama daoat dirumuskan juga dengan mengatakan bahwa etika
normatif itu tidak deskriptif melainkan preskriptif.
Etika
normatif dibedakan menjadi etika umum dan etika khusus. Etika Umum memandang
tema-tema umum seperti, apa itu norma etis? Jika banyak norma etis bagaimana
hubungannya satu sama lain? . Sedangkan Etika Khusus berusaha menerapkan
prinsip-prinsip etis yang umum atas wilayah perilaku manusia yang khusus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar