Jumat, 02 Desember 2016

Aliran Aliran Filsafat






Blog saya berikutnya akan membahas tentang aliran-aliran yang cukup berpengaruh yang dituliskan oleh Juhaya S Praja (2003) dalam bukunya yang berjudul “Aliran Filsafat dan Etika” menuliskan bahwa aliran-aliran filsafat yang cukup berpengaruh diantaranya adalah....
1.      Rasionalisme
Aliran ini sangat mementingkan rasio dalam memutuskan atau menyelesaikan suatu masalah. Dalam aliran ini sangat mendambakan otak atau rasio sebagai satu-satunya yang menjadi alat untuk menyelesaikan masalah, karena menurut aliran ini didalam rasio terdapat ide-ide dan dengan itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan
2.      Empirisme
Aliran ini memberikan tekanan pada empiris atau pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Istilah empiris ini berasal dari kata yunani, empiria yang berarti pengalaman inderawi. Empiris ini sangat bertentangan dengan aliran rasionlisme, terutama dilihat dari sumber pengetahuannya.
3.      Kritisme
Filsafat yang dikenal dengan kritisme adalah fisafat yang diintrodusir oleh imanuel Kant. Kritisme ini bisa dikatakan aliran yang memadukan atau mendamaikan rasionalisme dan empirisme. Menurut aliran ini baik rasionalisme maupun empirisme keduanya berat sebelah.
4.      Materialisme
Aliran ini mengatakan bahwa materi itu ada sebelum jiwa (self), dan dunia materi adalah yang pertama, sedangkan pemikiran tetang dunia ini adalah nomer 2. Terdapat 2 bentuk aliran materilisme, yaitu materialime mekanik mengatakan bahwa semua bentuk dapat diterangkan menurut hukum yang mengatur materi yang bergerak yang kedua materialime dialektik menilai bahwa dunia misterius ini konstan dalam perkembangan maupun regenerasinya.
5.      Idealisme
Idealisme menekankan akal (moral) sebagai hal yang terlebih dahuku daripada materi, bahwa akal itulah yang rill dan materi hanya merupakan produk sampingan. Idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri dari ide-ide, pikiran-pikiran , akal atau jiwa dan bukan benda material.
6.      Positivisme
Positivisme berasal dari kata “positif” yang berarti faktual, yaitu apa yang berdasarkan fakta. Menurut positivisme, pengetahuan kita tidak pernah boleh melebihi fakta-fakta. Positivisme, seperti empirisme, mengutamakan pengalaman sebagai sumber pengetahuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar