Selasa, 13 Desember 2016

HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN AGAMA



Pada artikel ini pembahsan selanjutnya kita akan membahas hubungan filsafat dengan agama, filsafat san agama itu baru bisa dirasakan faedahnya dalam  kehidupan  manusia apabila merefelesikanyam dalam diri manusia. Menurut Prof. Nasioen,SH  beliau mengatakan bahwa “ Filsafat yang sejati haruslah berdasarkan  kepada agama , dan hanya semata-mata berdasarkan atas akal pikiran saja, maka filsafat tersebut tidak akan membuat kebenaran objektif. Karena yang memberikan pandangan dan putusan adalah  akal pikiran.
Filsafat dan agama memiliki hubungan yang terkait dan reflesif dengan manusia artinya keduanya tidak ada alat penggerak dan  tenaga utama pada diri manusia adalah akal, pikiran, rasa, dan keyakinan. Dengan alat ini manusia akan mencapai kebahagian bagi dirinya. Agama dapat menjadi petunjuk, pegangn serta pedoman hidup bagi manusia dalam  menempuh hidupnya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Manakala manusia menghadapi masalah yang rumit dan berat, maka timbulah kesadarannya, bahwa manusia merupakan  mahluk yang tidak berdaya untuk mengatasinya dan timbulnya kepercayaan dan keyakinan  bahwa yang dapat menolong dan menangkan hidupnya adalah Tuhan Sang pecipta.

Jadi pada intinya manusia bukanlah siapa-siapa dimata tuhan, agama menjadi salah satu pedoman bagi hidup. Karena kalau kita tidak memiliki pedoman hidup maka hidup kita menjadi tidak jelas harus kemana arahya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar