Pada
artikel ini pembahsan selanjutnya kita akan membahas hubungan filsafat dengan
agama, filsafat san agama itu baru bisa dirasakan faedahnya dalam kehidupan
manusia apabila merefelesikanyam dalam diri manusia. Menurut Prof.
Nasioen,SH beliau mengatakan bahwa “
Filsafat yang sejati haruslah berdasarkan
kepada agama , dan hanya semata-mata berdasarkan atas akal pikiran saja,
maka filsafat tersebut tidak akan membuat kebenaran objektif. Karena yang
memberikan pandangan dan putusan adalah
akal pikiran.
Filsafat dan
agama memiliki hubungan yang terkait dan reflesif dengan manusia artinya
keduanya tidak ada alat penggerak dan
tenaga utama pada diri manusia adalah akal, pikiran, rasa, dan
keyakinan. Dengan alat ini manusia akan mencapai kebahagian bagi dirinya. Agama
dapat menjadi petunjuk, pegangn serta pedoman hidup bagi manusia dalam menempuh hidupnya dengan harapan penuh
keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Manakala manusia menghadapi masalah
yang rumit dan berat, maka timbulah kesadarannya, bahwa manusia merupakan mahluk yang tidak berdaya untuk mengatasinya
dan timbulnya kepercayaan dan keyakinan
bahwa yang dapat menolong dan menangkan hidupnya adalah Tuhan Sang
pecipta.
Jadi pada
intinya manusia bukanlah siapa-siapa dimata tuhan, agama menjadi salah satu
pedoman bagi hidup. Karena kalau kita tidak memiliki pedoman hidup maka hidup
kita menjadi tidak jelas harus kemana arahya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar