Jumat, 02 Desember 2016

Hakikat Manusia dalam Pandangan Filsafat


Hakikat Manusia dalam Pandangan Filsafat

Ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia disebut antropologi filsafat. Ada 4 aliran dalam antropologi filsafat, antara lain;
1.    Aliran serba zat, berpendapat bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyakah zat atau materi. Manusia dan alam adalah materi
2.    Aliran Serba Ruh, berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ruh. Aliran ini menganggap ruh adalah hakikat sedangkan badan hanyalah penjelmaan atau bayangan
3.    Aliran dualisme, berpendapat bahwa manusia terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani ruhani.
4.    Aliran Ekssistensialisme, berpendapat bahwa hakikat manusia adalah eksistensi dari manusia. Hakikat eksistensi dari manusia. Hakikat manusia adalah rouh sedangkan jasadnya hanyalah alat yang digunakan ruh saja. Tanpa kedua substansi tersebut tidak dapat dikatakan manusia. Pandangan ini akhirnya memperlihatkan keberadaan manusia secara utuh, bahwa mereka adalah pemcari kebenaran.
a.    Pandangan Ilmu Pengetahuan Tentang Manusia
Aristoles bependapat bahwa manusia adalah hewan berakal sehat,yang mengeluarkan pendapatnya dan berbicara berdasarkan akal pikirannya. Dalam pandangan islam, manusia adalah mahluk yang paling sempurna bila dibandingkan mahluk lain. Karena itu manusia harus menggunakan akal dan inderanya untuk memahami mana kebenaran yang sesungguhnya,atau kebenaran yang dibenarkan. Eksitensi manusia yang padat itu harus dimengerti dan dipikirkan. Manusia adalah mahkluk religius , dimana manusia memperlakukan agama sebagai suatu kebenaran yang harus dipatuhi dan yakini. Amembangun manusia yang sanggup melakukan pembangunan duniawi yang berarti bagi hidup di akhirat kelak.
b.   Kepribadian Manusia dan Pendidikan
Sebelum terjadinya proses pendidikan di luar dirinya, manusia cenderung berusaha melakukan pendidikan pada dirinya sendiri, dimana manusia berusaha mengerti dan mencari hakikat kepribadian tentang siapa diri mereka sebenarnya. Dalam prosesnya, perak efektif pendidikan terhadap pembinaan manusia dipengaruhi oleh lingkungan dan didukung faktor pembawaan manusia sejak lahir. Secara umum tujuan pendidikan adalah untuk membina kepribadian manusia secara sempurna. Pendidikan dianggap sebagai transfer kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan.
c.    Masalah Ruhani dan Jasmani
Didalam diri manusia terdapat 6 rasa menjadi satu, yakni: intelek, agama, sosial,seni, dan harga diri/sifat kelakuan. Phytagoras dan Diasgenes berpendapat bahwa ruh merupakan satu unsur halus yang dapat meninggalkan badan. Jika pergi dari badan, ruh kembali ke alam yang lebih tinggi, meluncur keangkasa luar dan tidak mati. Meskipun setingginya ilmu manusia tidak akan pernah melebihi Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar