Rabu, 28 Desember 2016

SUSUNAN ILMU PENGETAHUAN




Arikel ini akan membahas tentang susunan ilmu pngetahuan yang isinya terdapat langkah-langkah dalam ilmu pengetahuan dan siklus empirisme.
1.      Langkah-langkah ilmu pengetahuan
a.       Perumusan masalah
Setiap penyelidikan ilmiah dimulai dengan masalah yang dirumuskan secara tepat dan jelas dalam bentuk pertanyaan agar ilmuwan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta-fakta apa saja yang harus dikumpulkan
b.      Pengamatan dan pengumpulan data atau observasi
Penyelidikan ilmiah dalam tahap ini mempunyai corak empiris dan deduktif dimana seluruh kegiatan diarahkan pada pengumpulan data dengan melalui pengamatan yang cermat sambil didukung oleh berbagai sarana yang canggih. Hasil observasi ini kemudian dituangkan dalam bentuk pernyataan-pernyataan.
c.       Pengamatan dan klasifikasi data
Dalam tahap ini ditekankan penyusunan data-data dalam kelompok, jenis dan kelas tertentu berdasarkan sifat yang sama.kegiatan inilah yang disebut klasifikasi. Dengan klasifikasi, menganalisis, membandingkan dan membeda-bedakan data-data yang relavan.
d.      Perumusan Pengetahuan
Dalam tahap ini, ilmuwan mengadakan analisi dan sintesis secara induktif. Lewat analisis dan sintesis imuwan mengadakan generalisasi (kesimpulan umum) .
e.       Tahap ramalan
Dalam tahap ini, deduksi mulai memainkan peranan. Disini dari teori yang sudah terbentuk tadi, diturunkan hipotesis baru dan dari hipotesis ini, lewat deduksi pula, ilmuwan mulai menyusun implikasi logis agar ia dapat mengadakan ramalan-ramalan tentang gejala yang perlu diketahui.
f.       Pengujian kebenaran hipotesis
Dalam tahap ini dilakukan pengujian kebenaran hipotesis dan itu artinya menguji kebenaran ramalan-ramalan tadi melalui pengamatan atau observasi terhadap fakta-fakta yang sebenernya atau percobaan-percobaan.
2.      Siklus Empiris
a.       Observasi
Pengamatan yang biasa. Ilmu empiris memperoleh bahan-bahan dari kenyataan empiris yang dapat diamati dengan berbagai cara. Bahan itu disaring, diselidiki, dikumpulkan, diawasi, dan diklasifikasikan secara ilmiah.
b.      Induksi
Hal-hal yang diamati harus dirumuskan dalam beberapa pernyataan kemudian disimpulkan kembali dalam pernyataan umum. Setelah terulang-ulang kembali pernyataan umum tersebut memperoleh kedudukan sebagai hukum.
c.       Deduksi
Matematika serta logika memungkinkan pengolahan lebih lanjut dengan bahan-bahan empiris, bahan ini tercangkup dalam suatu sistem pernyataan yang runtut.
d.      Kajian / eksperimentasi
Berdasarkan sistem itu dapatlah dijabarkan pernyataan khusus tertentu, yang kemudian dapat dikaji lagi dalam kerangka observasi ekspirimental atau tidak eksperimental tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar