Selasa, 13 Desember 2016

Tahapan Kehidupan


            Bagaimanakah kehidupan itu bermulai? Teilhard de Chardin seorang ahli dari perancis membedakan tiga fase dalam evolusi vumi, yaitu: (1) fase pra hidup atau geosfer, (2) fase kehidupan atau biosfer, dan (3) fase pikiran atau noosfer.
Ø  Fase Geosfer atau Fase Pra-Hidup
yakni bagaimana terjadinya matahari dan sembilan planetnya termasuk bumi, belum dapat ditentukna secara definitif. Immanuel Kant seorang ahli jerman pada tahun 1755 menyatakan bahwa ‘matahari terjadi dari kabut purba raksasa sebagai himpunan dari debu dan gas. Kemudian, Laplace pada tahun 1800 melengkapi gagasan dari Immanuel Kant dengan mengemukakan bahwa kabut purba itu merupakan bola gas yang berputar-putar. Ide dari Kant masih berlaku sampai sekarang, dengan catatan bahwa kabut gas purba itu harus ditafsirkan sebagai kumpulan gas yang padat, dengan muatan energi yang meluap-luap. Jika energi meluap-luap, tentu pada suatu ketika akan terjadi pelepasan, pemisahan dan penyebaran dari energi itu, dan energi itu sangat besar, pelepasan itu terjadi melalui ledakan yang besar. Dengan demikian, dari gas purba itu terjadilah ribuan bintang-bintang yang merupakan gumpalan dari bintang-bintang itu.
Menurut para ahli, kira-kira lima miliar tahun yang lalu, segumpal materi yang terdiri atas atom-atom memisahkan diri dari matahari, juga melalui letusan-letusan. Kemudian atom-atom dan molekul-molekul tersebut bergabung satu sama lain, secara terus-menerus membentuk materi baru, sehingga terjadi elemen-elemen mulai dari zat air sampai uranium, terbuailah macam-macam batuan dan bergabung zat air dan zat asam membentuk air diatas permukaan bumi. Kita tahu bahwa air adalah sumber kehidupan, bersamaan dengan itu terbuailah pula atmosfer dengan zat asam, nitrogen dan zat asam arang, sehingga ada udara untuk bernapas. Hidup itu  sendiri belum ada, namun perubahan alam berjalan terus, makin kompleks dan pada susunan kumpulan molekul-molekul kemudian konsentrasi ini mencapai titik jenuh. Persatuan molekul-molekultertentu melitasi ambang perloncatan, kehidupan masuk kealam dunia.
Ø  Fase Kehidupan atau Biosfer
Fase kehidupan mulai nampak dalam sel-sel unit hidup yang terkecil. Setelah diteliti lebih lanjut, sel dapat membelah diri menjadi sel-sel baru, maka kehidupan cepat merata keseluruh permukaan bumi. Tumbuhan ganggang yang melulu hidup dalam air, muncul 500 juta tahun yang lalu. Pada 400 juta tahun yang lalu, tampak tumbuh-tumbuhan darat, bergarak dan binatang berangka yang pertama, yaitu ikan perisai namanya juga bergerak dalam air. Demikian pohon kelapa, mulain merentangkan dirinya kelangit pada 240 juta tahun yang lalu, dan yang sangat mencolok adalah perkembangan dari binatang yang bertulang belakang. Dari ikan yang semula hanya mempunyai insang kemudian berkembanglah amphibi, yaitu binatang yang dapat hidup didarat maupun di air, yang berinsang maupun berparu-paru, seperti halnya katak. Dari amphibi, perkembangan mengarah pada binatang melata seperti ular. Perkembangan terus terjadihingga sampai pada burung-burung dan pada golongan hewan menyusui. Pada taraf ini, susunan saraf dan otak sangat berkembang dari kelompok binatang yang telah tinggi tingkatannya itu, munculah primata yakni kera dan setengah kera. Kera-kera antropoid seperi gorilla, sinpanse, orangutan dan gibbon adalah puncak perkembangan ini. Otak dan tangan mereka paling maju, akhirnya sampailah evolusi pada ambang perloncatan yang terpenting, yakni dengan munculnya homo sapies yang berbentuk manusia. Sejak 100 ribu tahun yang lalu, munculnya homo sapiens, jenis manusia yang sudah mampu menggunakan alat-alat, seperti busur dan panah, korek api, pisau dengan gagang dan satu hal berikut yang mmebuat homo sapiens benar-benar berbeda dengan mahluk lainnya adalah mulai ditemukannya penggunaan simbol yang untuk berikutnya, muncul dalam bentuk untasan kata-kata yang antara lain adalah Bahasa. Enam puluh ribu tahun sesudah itu, bukti-bukti arkeologi menunjukan kepada bahwa manusia pada waktu itu sudah mampu menggambar dan menghias gua dengan kisah pemburuan mereka, memahat, dan membentuk batuan serta mengubur mayat dengan upacara tertentu (McCrone2003;54) kenyataan tersebut makin memberikan bukti bahwa manusia benar-benar telah sadar akan keberadaannya, akan masa kini, masa lalu, dan masa depanya.
Ø  Fase Pikiran atau Noosfer
Bagaimanakah kehidupan itu berlangsung? Pertanyan demikian akan dijawab dengan mmebandingkan antara sesuatu yang memiliki kehidupan dengan sesuatu yang tidak memilikikehidupan diantara makhluk hidup dengan mesin. Sebagai makhluk hidup, manusia memang termasuk dalam suatu kelompok yang memiiki kehidupan. Untuk menjelaskan fase pikiran atau noosfer, pada awalnya ditentukan oleh karakter umum makhluk hidup dengan tidak melupakan bahwa setiap  jenis makhlukhidup berkemampuan untuk merealisakikan gagasan hidup menurut caranya masing-masing. Implementasi gagasan hidup tersebut lebih nyata lagi pada spies manusia, walaupun kondisi demikian tidaklah semudah yang dibayangkan. Karena pada saat ini ada mesinimesin yang begitu sempurna  sehingga dapat menirukan secara luar biasa kegiatan-kegiatan yang dahulu dianggap sebagai ciri khas makluk hidup, artinya ada perbedaan mendasar antara kegiatan makhluk hidup dengan kemampuan mesin. Kegiatan pertama yang dapat disebut sebagai ciri khas makhluk hidup adalah asimilasi. Makhluk hidup berkembang dan mengembangkan dirinya dengan mengubah apa yang dimakan dan dicerna menjadi substansi sendiri. Mesin, pada saat tertentu, konstruksinya juga dapat melengkapkan dirinya, namun hal itu tidak dilakukan melalui asimilasi materi. Mesin bukan sesuatu yang ‘ada’ yang berkemabang dari dalam, tetapi sesuatu melengkapi dirinya.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar