Bagaimanakah
kehidupan itu bermulai? Teilhard de Chardin seorang ahli dari perancis
membedakan tiga fase dalam evolusi vumi, yaitu: (1) fase pra hidup atau
geosfer, (2) fase kehidupan atau biosfer, dan (3) fase pikiran atau noosfer.
Ø Fase Geosfer atau Fase Pra-Hidup
yakni
bagaimana terjadinya matahari dan sembilan planetnya termasuk bumi, belum dapat
ditentukna secara definitif. Immanuel Kant seorang ahli jerman pada tahun 1755
menyatakan bahwa ‘matahari terjadi dari kabut purba raksasa sebagai himpunan
dari debu dan gas. Kemudian, Laplace pada tahun 1800 melengkapi gagasan dari
Immanuel Kant dengan mengemukakan bahwa kabut purba itu merupakan bola gas yang
berputar-putar. Ide dari Kant masih berlaku sampai sekarang, dengan catatan bahwa
kabut gas purba itu harus ditafsirkan sebagai kumpulan gas yang padat, dengan
muatan energi yang meluap-luap. Jika energi meluap-luap, tentu pada suatu
ketika akan terjadi pelepasan, pemisahan dan penyebaran dari energi itu, dan
energi itu sangat besar, pelepasan itu terjadi melalui ledakan yang besar. Dengan
demikian, dari gas purba itu terjadilah ribuan bintang-bintang yang merupakan
gumpalan dari bintang-bintang itu.
Menurut
para ahli, kira-kira lima miliar tahun yang lalu, segumpal materi yang terdiri
atas atom-atom memisahkan diri dari matahari, juga melalui letusan-letusan.
Kemudian atom-atom dan molekul-molekul tersebut bergabung satu sama lain,
secara terus-menerus membentuk materi baru, sehingga terjadi elemen-elemen
mulai dari zat air sampai uranium, terbuailah macam-macam batuan dan bergabung
zat air dan zat asam membentuk air diatas permukaan bumi. Kita tahu bahwa air
adalah sumber kehidupan, bersamaan dengan itu terbuailah pula atmosfer dengan
zat asam, nitrogen dan zat asam arang, sehingga ada udara untuk bernapas. Hidup
itu sendiri belum ada, namun perubahan
alam berjalan terus, makin kompleks dan pada susunan kumpulan molekul-molekul
kemudian konsentrasi ini mencapai titik jenuh. Persatuan
molekul-molekultertentu melitasi ambang perloncatan, kehidupan masuk kealam
dunia.
Ø Fase Kehidupan atau Biosfer
Fase
kehidupan mulai nampak dalam sel-sel unit hidup yang terkecil. Setelah diteliti
lebih lanjut, sel dapat membelah diri menjadi sel-sel baru, maka kehidupan
cepat merata keseluruh permukaan bumi. Tumbuhan ganggang yang melulu hidup
dalam air, muncul 500 juta tahun yang lalu. Pada 400 juta tahun yang lalu,
tampak tumbuh-tumbuhan darat, bergarak dan binatang berangka yang pertama,
yaitu ikan perisai namanya juga bergerak dalam air. Demikian pohon kelapa,
mulain merentangkan dirinya kelangit pada 240 juta tahun yang lalu, dan yang
sangat mencolok adalah perkembangan dari binatang yang bertulang belakang. Dari
ikan yang semula hanya mempunyai insang kemudian berkembanglah amphibi, yaitu
binatang yang dapat hidup didarat maupun di air, yang berinsang maupun berparu-paru,
seperti halnya katak. Dari amphibi, perkembangan mengarah pada binatang melata
seperti ular. Perkembangan terus terjadihingga sampai pada burung-burung dan
pada golongan hewan menyusui. Pada taraf ini, susunan saraf dan otak sangat
berkembang dari kelompok binatang yang telah tinggi tingkatannya itu, munculah
primata yakni kera dan setengah kera. Kera-kera antropoid seperi gorilla,
sinpanse, orangutan dan gibbon adalah puncak perkembangan ini. Otak dan tangan
mereka paling maju, akhirnya sampailah evolusi pada ambang perloncatan yang
terpenting, yakni dengan munculnya homo sapies yang berbentuk manusia. Sejak
100 ribu tahun yang lalu, munculnya homo sapiens, jenis manusia yang sudah
mampu menggunakan alat-alat, seperti busur dan panah, korek api, pisau dengan
gagang dan satu hal berikut yang mmebuat homo sapiens benar-benar berbeda
dengan mahluk lainnya adalah mulai ditemukannya penggunaan simbol yang untuk
berikutnya, muncul dalam bentuk untasan kata-kata yang antara lain adalah
Bahasa. Enam puluh ribu tahun sesudah itu, bukti-bukti arkeologi menunjukan
kepada bahwa manusia pada waktu itu sudah mampu menggambar dan menghias gua
dengan kisah pemburuan mereka, memahat, dan membentuk batuan serta mengubur
mayat dengan upacara tertentu (McCrone2003;54) kenyataan tersebut makin
memberikan bukti bahwa manusia benar-benar telah sadar akan keberadaannya, akan
masa kini, masa lalu, dan masa depanya.
Ø Fase Pikiran atau Noosfer
Bagaimanakah
kehidupan itu berlangsung? Pertanyan demikian akan dijawab dengan mmebandingkan
antara sesuatu yang memiliki kehidupan dengan sesuatu yang tidak
memilikikehidupan diantara makhluk hidup dengan mesin. Sebagai makhluk hidup,
manusia memang termasuk dalam suatu kelompok yang memiiki kehidupan. Untuk
menjelaskan fase pikiran atau noosfer, pada awalnya ditentukan oleh karakter
umum makhluk hidup dengan tidak melupakan bahwa setiap jenis makhlukhidup berkemampuan untuk
merealisakikan gagasan hidup menurut caranya masing-masing. Implementasi
gagasan hidup tersebut lebih nyata lagi pada spies manusia, walaupun kondisi
demikian tidaklah semudah yang dibayangkan. Karena pada saat ini ada
mesinimesin yang begitu sempurna
sehingga dapat menirukan secara luar biasa kegiatan-kegiatan yang dahulu
dianggap sebagai ciri khas makluk hidup, artinya ada perbedaan mendasar antara
kegiatan makhluk hidup dengan kemampuan mesin. Kegiatan pertama yang dapat
disebut sebagai ciri khas makhluk hidup adalah asimilasi. Makhluk hidup
berkembang dan mengembangkan dirinya dengan mengubah apa yang dimakan dan
dicerna menjadi substansi sendiri. Mesin, pada saat tertentu, konstruksinya
juga dapat melengkapkan dirinya, namun hal itu tidak dilakukan melalui
asimilasi materi. Mesin bukan sesuatu yang ‘ada’ yang berkemabang dari dalam,
tetapi sesuatu melengkapi dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar