pada artikel saya kali ini saya akan membahas 3
tahapan eksistensi pada manusia.
1.
Tahap estetis
Tahap estetis
adalah tahap dimana orientasi hidup manusia sepenuhnya diarahkan untuk
mendapatkan kesenangan. Pada tahap ini manusia dikuasai oleh naluri-naluri
seksual, oleh prinsip-prinsip kesenangan yang hedonistik, dan biasanya
bertindak menurut suasana hati (mood). Manusia estesis pun adalah manusia yang
hidup tanpa jiwa. Ia tidak mempunyai akar dan isi di dalam jiwanya. Manusia
estesis terdapat dimana saja dan kapan saja. Manusia estesis bisa berwujud pada
siapa saja, termasuk para filsuf dan ilmuwan, sejauh mereka memiliki fashion.
2.
Tahap etis
Memilih hidup
dalam tahap etis berarti mengubah pola hidup yang semula estesis menjadi etis.
Ada semacam “pertobatan” di sini, dimana individu mulai menerima
kebijakan-kebijakan moral dan memilih untuk mengingkatkan diri kepadanya. Lain
dari itu, jiwa individu etis sudah mulai terbentuk, sehingga hidupnya tidak
lagi tergantung pada masyarakatnya dan zamannya. Akar-akar kepribaduiannya
cukup kuat dan tangguh.
3.
Tahap religius
Lompatan dari
tahap etis ketahap religius jauh lebih sulit dan sumblim daripada lompatan dari
tahap estetis ketahap eti. Karena, seandainya kita akan melompat dari tahap
etis ke estetis, maka secara rasional kita bisa mempertimbangkan segala
konsenkuesi yang akan kita hadapi, sedangkan lompatan dari tahap etis ketahap
religius nyaris tanpa pertimbangan-pertimbangan rasional.
Itulah ulasan
tentang tahap-tahap eksitensi manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar