Jumat, 02 Desember 2016

Tiga Tahap Eksitensi Manusia




pada artikel saya kali ini saya akan membahas 3 tahapan eksistensi pada manusia.

1.      Tahap estetis
Tahap estetis adalah tahap dimana orientasi hidup manusia sepenuhnya diarahkan untuk mendapatkan kesenangan. Pada tahap ini manusia dikuasai oleh naluri-naluri seksual, oleh prinsip-prinsip kesenangan yang hedonistik, dan biasanya bertindak menurut suasana hati (mood). Manusia estesis pun adalah manusia yang hidup tanpa jiwa. Ia tidak mempunyai akar dan isi di dalam jiwanya. Manusia estesis terdapat dimana saja dan kapan saja. Manusia estesis bisa berwujud pada siapa saja, termasuk para filsuf dan ilmuwan, sejauh mereka memiliki fashion.
2.      Tahap etis
Memilih hidup dalam tahap etis berarti mengubah pola hidup yang semula estesis menjadi etis. Ada semacam “pertobatan” di sini, dimana individu mulai menerima kebijakan-kebijakan moral dan memilih untuk mengingkatkan diri kepadanya. Lain dari itu, jiwa individu etis sudah mulai terbentuk, sehingga hidupnya tidak lagi tergantung pada masyarakatnya dan zamannya. Akar-akar kepribaduiannya cukup kuat dan tangguh.
3.      Tahap religius
Lompatan dari tahap etis ketahap religius jauh lebih sulit dan sumblim daripada lompatan dari tahap estetis ketahap eti. Karena, seandainya kita akan melompat dari tahap etis ke estetis, maka secara rasional kita bisa mempertimbangkan segala konsenkuesi yang akan kita hadapi, sedangkan lompatan dari tahap etis ketahap religius nyaris tanpa pertimbangan-pertimbangan rasional.

Itulah ulasan tentang tahap-tahap eksitensi manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar