Selasa, 13 Desember 2016

Ajaran positivisme dan Prosedur Penelitian Positivisme


Ajaran dasar positivisme antara lain:
1.    Dalam alam terdapat hukum-hukum yang dapat diketahui
2.    Penyebab adanya benda-benda dalam ala  (hal yang bersifat metafisis) tidak dapat diketahui (bandingkan dengan evoluasi Darwin)  karena ilmuwan tidak dapat melihat penyebab itu.
3.    Setiap pernyataan yang secara prinsip tidak dapat dikembalikan pada fakta tidak mempunyai arti nyata dan tidak masuk akal.
4.    Hanya hubungan antara fakta-fakta saja dapat diketahui (hal-hal yang bersifat positivisme)
5.    Perkembangan intelektual merupakan sebab utama perubahan sosial.
Adapun prosedur penelitian empiris-eksperimental Conte (positivisme) dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.    Observasi : meneliti dan mencari hubungan antara fakta-fakta lalu meninjaunya dari hukum statika dan dinamika. Dari observasi dapat dirumuskan hipotesis yang akan dibuktikan melalui penelitian

b.    Eksperimen : fenomena sosial dengan cara tertentu diintervensi oleh cara tertentu, sehingga dengan demikian dapat dijelaskan sebab-akibat fenomena masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar