a. Anak Sebagai Keseluruhan
Anak
sebagai keseluran tumbuh oleh kondisi dan interaksi dari setiap aspek
kepribadian yang ia miliki. Intelektual anak berhubungan dengan kesehatan
jasmaninya. Kesehatan jasmaninya sangat dipengaruhi oleh emosi-emosinya,
sedangkan emosi-emosinya dipengaruhi oleh keberhasilannya disekolah, kesehatan
jasmaniah, dan kapasitas mentalnya. Pertumbuhan anak, baik fisik, intelektual,
maupun sosial sangat ditentukan oleh latar belakang keluarganya, latar belakang
pribadinya, dan aktivitas sehari-harinya.
b. Umur Mental Anak Mempengaruhi Pertumbuhannya
Umur
mental anak mempengaruhi kapasitas mentalnya. Kapasitas mental anak menentukan
prestasi belajarnya. Penelitian tentang hubungan antara prestasi belajar dengan
pertumbuhan anak pada umumnya telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukan
adanya hubungan yang erat antara prestasi belajar dan pertumbuhan atau tingkah
laku kematangan anak.
c. Permasalahan Tingkah Laku Sering Berhubungan
dengan Pola-Pola Pertumbuhan
Kita
harus menyadari bahwa pertumbuhan sendiri menimbulkan situasi-situasi tertentu
yang menimbulkan problem-problem tingkah laku. Anak-anak yang pertumbuhannya
cepat, lambat, atau tidak teratur sering menimbulkan problem-problem
pengajaran. Anak memiliki energi yang diperoleh dari makanan dan gizi. Energi
anak digunakan untuk aktivitas-aktivitas dan pertumbuhan. Tatkala energi banyak
digunakan untuk aktivitas, maka pertumbuhan anak menjadi lambat dan bahkan
seolah olah istirahat.
d. Penyeesuain Pribadi dan Sosia Mencerminkan
Dinamika Pertumbuhan
Peristiwa-peristiwa
yang terjadi pada anak akibat pertembuhan dan setelah dihadapkan dengan
tantangan kultural terutama harapan-harapan orang tua, guru-guru dan
teman-teman sebayanya, tercermin didalam penyesuaian sosialnya. Anak yang tidak
menunjukan kelainan-kelainan menonjol dalam pergaulan sosialnya, berarti
pertumbuhan anak itu normal. Pertumbuhan luar biasa pada anak dapat menyebabkan
kelainan atau kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam pergaulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar